Jun 29, 2009

Seseorang yang sangat bijaksana dan sangat saya kagumi pernah berkata “lebih baik menunggu dari pada ditunggu”. Hmm pernyataan yang sebenarnya bisa dibilang sebagai perkataan yang bijak dan dapat dibenarkan. Kalimat tersebut dapat lebih tepat digunakan ketika kita terkait dengan masalah ketepatan waktu dalam profesionalisme kerja, karir bahkan semasa studi kita di kuliah. Lebih baik kita datang tepat waktu dalam sebuah rapat dengan klien dan jangan datang terlambat jika kita ingin menunjukan kredibilitas kita sebagai seseorang yan professional dalam jabatan atau profesi kita. Atau dalam kegiatan perkuliahaan, lebih baik kita menunggu satu jam sebelum ujian dimulai daripada ditunggu dosen pengawas yang sudah kesal melihat kita datang terlambat karena menggangu mahasiswa lain yang sudah mulai mengerjakan soal.

Tetapi jika kita lihat ke kehidupan kita sehari-hari, kalimat tersebut rasanya menjadi kurang dapat diyakini dan dibenarkan. Mungkin kita ingin selalu berpegang teguh terhadap kalimat itu, mungkin beberapa orang juga menjadikan pernyataan tersebut sebagai prinsip hidup dan berusaha mengaitkannya ke berbagai hal dam hidupnyal. Okey stop dulu sampai disitu, Saya yakin hampir semua orang justru tidak menyukai kata menunggu, perbuatan yang berkaitan dengan menunggu atau hal yang membuatnya menunggu. Bahkan mematahkan kalimat awal yang saya telah sebutkan tadi menjadi “lebih baik tidak menunggu karena menunggu hal yang membosankan dan menyebalkan !Misalnya menunggu seseorang yang sudah berjanji bertemu kita tetapi tidak kunjung datang, menunggu kepastian diterima kerja atau tidak, menunggu pacar kita sedang asik berbelanja, sampai menunggu kapan jodoh , kesukseskan dalam karir, kebahagiaan itu datang kepada kita?. Hal-hal yang membuat menunggu adalah kata-kata yang ingin dihindari, di hilangkan dan di tendang jauh-jauh. Kalau dilihat dari konteks hidup kita yang sedang morat-marit yang sedang breaking apart, apakah kita masih bisa berpegang dengan kalimat “lebih baik menunggu daripada ditunggu”.

Saya rasa kita tidak usah memusingkan mana yang benar. Memang menuggu sesuatu hal yang tidak kunjug datang, yang tidak kunjung kita dapatkan adalah hal paling menyebalkan. Menunggu , menunggu dan menunggu. Mengapa bukan kita yang ditunggu-tunggu oleh sebuah hal yang luar biasa, mengapa tidak ada seseorang yang mengatakan “kehadiran anda di kantor kami sudah sangat kami tunggu-tunggu , andalah yang kami harapkan”, atau “ kamu adalah seseorang yang telah aku tunggu-tunggu untuk menjadi pasangan hidupku”, alangkah senangnya ketika suatu saat nanti kedua kalimat itu benar-benar terucap , benar-benar terjadi dalam hidup kita. Tetapi kembali lagi jika sekarang kita merasa hal itu masih jauh terjadi atau tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat ini yah kata yang kembali terulang dalam benak kita adalah “saya harus menunggu” ya benar I”ll just have to wait and see”.

Dalam masa menunggu apapun yang akan terjadi dalam hidup kita menunggu nilai kelulusan, menunggu diterima kerja, menunggu when he will purpose me?, ( nah kalau yang satu ini sudah mengarah kepada sedikit keputusasaan dan sekali lagi sudah ditunggu oleh sang orang tua yang meminta kejelasan status kita yang masih belum menikah :p ), dan lain lain, membuat kita terasuki hal-hal yang membuat rasa percaya diri kita makin menurun dari hari ke hari. Rasa kecewa, marah, kesal ,putus asa telah sedikit banyak mempengaruhi jiwa dan pemikiran kita akan semua hal yang kita tunggu. Nampaknya kita tidak akan mendapatkan pekerjaan, padahal kita sudah dipanggil interview dari dua minggu lalu, sepertinya pria atau wanita tersebut tidak akan berpaling ke kita lagi, sudah seminggu disms atau ditelepon semua nya tidak ada jawaban. Menunggu kapan bias kuliah lagi ketika keuangan keluarga tidak lagi bias mencukupi biaya kuliah kita. Tidak ada kepastian dalam proses menunggu kita, tidak ada hal yang final dan ketika itu terjadi kita semakin merasa terjatuh ke dalam jurang yang gelap dan dalam tanpa bertemu dasarnya.

Ketika kita mengalami masa-masa sulit dan menunggu tidak lebih­ baik dari ditunggu karena toh tidak ada yang menunggu kita, tidak ada harapan, kepastian, kebenaran, kosong, kita mulai mencoret kalimat / pernyataan yang saya tulis sebelumnya “lebiih baik menunggu daripada ditunggu”. Sudah tidak sangat relevan dengan apa yang terjadi di kehidupan kita. tetapi menurut saya dalam kalimat tersebut tetap masih ada secercah harapan, keyakinan, dan sisi positif yang bisa kita ambil. Lebih baik kita tetap menunggu dengan sifat sabar dan ikhlas. Sabar menunggu sambil terus berdoa kepada tuhan yang kita yakini dan ikhlas dengan hal yang tidak sesuai dengan harapan kita atau yang sudah kita tunggu-tunggu terjadi. Berbicara itu mudah tetapi melakukannya sudah pasti sulit, tetapi at least kita masih bisa menyimpan energi positif kita untuk terus move on , terus maju pantang mundur, dan memperjuangkan hal yang membuat kita menunggu itu. Berjuang untuk bisa dapat kerja , berjuang untuk menemukan kebahagiaan dan cinta sejati walaupun hal tersebut tidak dating secara instant. There is no great achievement that is not the result of patient working and waiting.

Semuanya merupakan proses dan menunggu sekali lagi hanya bagian dari sebuah perjalanan yang kita lalui menuju apa yang kita cita-citakan apa yang kita mau. Mungkin ada kala nya kita harus di uji oleh beberapa hal yang sulit kita lalui yang susah untuk dikerjakan, yang susah ditemukan atau dicari seperti kesuksesan karir, percintaan, self-actualization, semau tantangan tersebut juga bagian dari masa-masa menunggu yang terbaik yang paling baik untuk datang ke hadapan kita. dan ketika yang kita tunggu-tunggu itu datang , kita telah yakin ini yang terbaik dalam hidup kita. jangan pernah bosan untuk menunggu jika itu pantas untuk ditunggu, jika menunggu bisa membuat kita mencapai cita-cita dan harapan terbesar kita. dapat membuat tidak hanya diri sendiri tetapi orang lain ikut bahagia, membuat keluarga bahagia karena telah mendapatkan pasangan hidup yang sesuai, membuat orang lain bahagia dengan bantuan social dari kita karena kita telah menunggu tabungan kita cukup untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial. intinya jangan pernah menyerah akan hal-hal yang ditempuh dalam perjalanan hidup kita bahkan sewaktu menunggu jangan pernah menyerah. saya pikir saya akan tetap sedikit mengambil kalimat yang telah diucapkan sebelumnya dengan ralat dari saya “lebih baik menunggu sesuatu yang terbaik untuk kita dengan sabar ikhlas dan terus berdoa serta bersyukur kepada tuhan YME dengan apa yang telah kita dapatkan” , GOD have a plan for each of us.

­­­­­­­­­­­“whatever we are waiting for—peace of mind, contentment, grace, the inner awareness of simple abundance—it will surely come to us but only when we are ready to receive it with an open heart and grateful hear”. ( Sarah Ban Brethnach )

Putri Dwiandari
Putri Dwiandari

Hai Friends, welcome to my blog! i'm a Moslem, a happily married, and a mom of two daughter named Asiya Almira Adiprawira and Aisha Adriana Adiprawira. I start this blog back in 2009 to share my thoughts and also my traveling experiences. About life, family, work, fashion, food and things that i passionate most.

No comments:

Post a Comment