Jul 12, 2009

the right person or the right relationship ?


"It is the woman who chooses the man who will choose her."
Author: Paul Geraldy
Pastinya setiap wanita di muka bumi ini sangat suka mengucapkan kata-kata "with the right one" ( sambil di amin-ni dalam hati ) jika wanita tersebut ditanya " who do you want to marry"?. semua pasti ingin mempunyai pasangan idaman yang didambakan atau diimpikan. mungkin yang membaca tulisan ku ini sudah mendapatkan pendamping hidup, your very own "right person to marry" or at least pacar gw yang sekarang adalah "my future husband material". well, saya turut senang dengan kehidupan percintaan yang anda jalani sekarang .. :)). but, what about you who's not experiance the same thing yet?. hmm it happend to me before this 2009 year.
Jujur. saya bukan tipe wanita yang bisa memikat banyak pria di sekitar saya, track record berpacaran saja bisa dihitung dengan satu tangan, semasa smp saya bukanlah wanita yang menarik untuk ditaksir oleh kakak-kakak kelas selayaknya teman2 se-geng saya yang selalu dapat salam, atau di ajak kenalan sana sini oleh teman-teman seangkatan maupun kakak kelas. bahkan bersentuhan dengan pria saja , saya kabur! takutt berhadapan dengan kecanggungan dan ketidaknyaman-nan akan lawan jenis. oke singkat kata, akhirnya memang saya bisa merasakan "pacar2an" alias "cinta monyet itu" dengan orang yg benar-benar saya suka dan pun ia menyukai saya. saya lupa bagaimana saya mulai sadar kalau saya memang tidak bisa berpacaran sebentar ( dlm waktu yang singkat) jika memang saya benar-benar suka dam nyaman dengan orang tsb. dan ini sangat berpengaruh ke hubungan percintaan yang saya akan jalani ke depan nya. entah knp saya tidak bisa menjadi cewek pada umumnya yang pada usia itu "putus-nyambung" adalah hal yang sgt wajar, maklumlah masih mudaaaa! "ngaapain punya pacar cuma satu". salah seorang sahabat saya pernah mengatakan itu.
Oke sekilas flashback yang mengingatkan memori jaman smp/sma dulu. kembali ke laaptopp! eh salah ke topik pembicaraan utama. hehehe..ngelawak dikit deh,,,agak terlalu serius ahh jadi kaku,,,hehe..( ingat! penulis tidak suka kekakuan dan ketegangan!).. :p . selama pengalaman saya berpacaran, saya memang menemukan bbrp pacar yang pas untuk pribadi saya. (for this case, i really hadn't have that option, akan pria yang tersedia yang suka dengan saya : !!....)
well, pria-pria tersebut memang saya pacari dengan jangka waktu yang cukup lama, dan saya suka keadaan dimana saya memang nyaman, sayang, dan bahagia menjalani relationship itu, entah knp saya senang akan kata "setia dengan pacar sendiri"...hehehe...agak naif memang keliatannya...but it's true! saya senang bisa setia dan sayang sepenuhnya dengan orang yang saya pacari ( krn toh setuju untuk menjalin sebuah hubungan pacarann dengan orang tersebut juga bukan karena iseng-iseng, main-main atau seseorang yang saya tidak suka dan dipaksain).
hmm, mungkin konsep "having a long-term relationship" yang terjadi secara natural pada saya, karena pemikiran yang tertanam juga di benak saya, melihat orang tua saya yang berpacaran lama sekali dari 10 tahun! sampai mereka married dan sampai sekarang ! ya bisa jadi itu penyebabnya! akar dari semuaa cabang-cabang nyaa...!
But then again, semua pengalaman berpacaran lama itu cuma meninggalkan sakit hati !..ternyata air susu di balas dengan air tuba! hahahahaa...miris, cuma selingkuh dan selingkuh yang didapat, membuat diri sendiri pun jadi muak untuk memulai sebuah hubungan pacaran lagi, ya toh??? pasti bukan hanya saya yang merasakan ini, semua wanita yang pernah berpacaran pasti mengalami hal serupa. akhirnya sampai di titik dimana kata-kata ini keluar ketika usia kita sudah mencapai 20-an dan sudah bosan untuk selalu mencintai org yang salah dan malah menyakiti hati " udah ah kalo nanti cari pacar lagi mau yang bener sekalian aja, yang buat masa depan, ga mau yang main2 lagi!". amien , alhamdulilah semoga the next person will be the right person with the right relationship too, karena berdasarkan pengalaman saya, kuantitas waktu pacaran yang lama tidak bisa selalu mengaransi tepat atau tidak nya hubungan yang kita jalani hanya semata-mata kita udh terlanjur lama bersamanya, jangan terjebak di comfrot zone yang hanya bikin sakit hati, it's not even your right person..and your not having the right relationhip ( healthy relationship) either.
Nah, and now here's the highlite banyak teman-teman saya yang mengira kalau saya akan menikah umur 26 nanti, karena saya dilihat sebagai wanita yang carrier-minded dan bakalan susah untuk mendapatkan pria yang tepat untuk menikah..dan kondisinya disini adalah teman-teman saya yang ingin nikah muda semuaa , hehehe!,well, saya tidak mengubris pendapat teman2 saya, toh saya memang ingin mendapatkan orang yang tepat untuk jadi 'my future husband". saya tidak pernah menyukai perpisahan (in terms of relationship), saya tipe yang ingin mempertahankan apa yang memang worth it untuk dipertahankan, ga mau cepet nyerah, makanya kalau bisa pacar saya selanjutnya adalah orang yang benar-benar tepat ! dan pun saya juga peduli dengan karir saya ke depannya seperti apa,( mungkin saya jadi terlihat seperti wanita yang sangat aktif dan ga bisa diem).
Suatu malam pada tanggal 20 Desember 2008 , saya menulis keinginan saya pada media tradisional ( diary !) hahaha. saya membaca nya kembali dan melihat bahwa saya di waktu tersebut telah sudah sangat menginginkan sesosok pria yang memang tepat dan pantas menjadi suami saya kelak,,hal ini berkaitan dengan supervisior saya di kantor tempat saya magang waktu itu, si bapak A ini merupakan sosok yang kagumi karena selain pintar dan cekatan, ia tidak pernah meninggalkan solat dan selalu baik dengan rekan2 nya di kantor, bisa dibilang dia bos yang digemari...dan saya melihat ia juga sayang dengan keluarganya....lalu saya berandai-berandai, sangat berharap, kalau suami saya kelak perangai nya juga baik sepertinya...
saya hanya berdoa kepada Allah , kalau saya cuma menginginkan seorang pria yang beriman, pintar, dan bertanggung jawab serta pekerja yang keras dalam hidupnya. disitu saya menuliskan"kapan yah dapet cowok yang kaya gitu, peengen bnget!, well i just have to wait and say more prayer to Allah!"....dan pada akhir bulan Januari 2009, tuhan menjawab doa saya, dan saya tidak menyangka Allah menjawabnya secepat..and you know what...pria yang saya kenal di bulan januari tersebut merupakan adik dari supervisor yang saya kagumi tersebut! sinetron bangett gaaa tuuh !...saya juga tidak menyangka , pria ini bisa suka dengan saya yang keliatan masih spt "anak kecil ingusan" , beda usia kami kira2 10 tahun, dan semakin saya mengenal pria ini. saya semakin yakin bahwa ia merupakan sosok idaman saya spt yang saya sebutkan, "the very right person to be my future husband"!!...alhamdulilah ternyata jalan kami dipertemukan sekarang oleh ALLAH, dan buat saya di waktu yang tidak saya duga :)).
Saya sangat bahagia sekarang, bisa bersama dia sebagai pacar saya, my husband to-be (amieeeennnn),, sangat bersyukur pencarian yang saya harus jalani untuk menentukan siapa yang tepat dan pantas untuk jadi "my partner in life" tidak dalam waktu yang lama. he's already right here beside me. the one who's going to support my life, to guide me, to teach me, to be my soulmate, dalam menjalani hidup untuk dunia maupun akhirat. dan untuk itu saya ikut mendoaakan kepada semua teman-teman saya, kepada semua wanita untuk selalu melihat kepada diri sendiri dan untuk masa depan bahwa maybe this right person adalah seseorang yang hard to get atau it's so impossible to happend for me..do not think like that, si jodoh itu pasti akan datang di saat-saat yang tidak terduga, dan jangan hanya terpaku oleh kata-kata "the right person" dan malah jadi menyengsarakan kita, tapi berpikirlah bahwa pria memang sudah pas untuk pribadi-mu dengan segala kekurangan dan kelebihannya....
"Love is not about finding the right person, but creating a right relationship. It's not about how much love you have in the beginning but how much love you build till the end."
with love,
Putri Dwiandari
Putri Dwiandari
Putri Dwiandari

Hai Friends, welcome to my blog! i'm a Moslem, a happily married, and a mom of two daughter named Asiya Almira Adiprawira and Aisha Adriana Adiprawira. I start this blog back in 2009 to share my thoughts and also my traveling experiences. About life, family, work, fashion, food and things that i passionate most.

2 comments: