Dec 27, 2011

My Spiritual Journey-(1)

"dan sempurnakanlah ibadah Haji dan Umroh semata-mata karena Allah SWT". (QS.Al-Baqarah : 196)


Akhirnya bulan yang ditunggu-tunggu untuk menyelesaikan rangkaian "traveling plan" di sepanjang tahun 2011 ini datang juga, 25 Oktober 2011 alhamdulilah saya suami dan beserta ribuan jemaah haji kloter ke 3 berangkat menuju tanah suci, Mekah, Arab Saudi. pengalaman traveling yang beda banget dari yg sebelumnya, bisa dibilang BTS alias bukan traveling biasa hehe..dari mulai persiapan sampai keberangkatan.

Seperti biasa kalau mau berangkat ibadah haji itu pasti ada yang namanya manasik, manasik ini seperti pelatihan dan pengenalan tentang tata cara ibadah haji, semua dibahas dari mulai step by step jadwal perjalanan haji, keberangkatan, transportasi, akomodasi, sampai perlengkapan harian pria dan wanita apa aja si yang perlu dibawa. Manasik berlangsung rata-rata 2 sampai 3 hari, untuk manasik yang saya lakukan bertempat di Bidakara. Para calon jemaah di kumpulkan dalam satu ruang meeting dan disitu ustad serta panitia dari travel kita  akan memberikan presentasi seputar manasik haji.

Disini kita sudah bisa berkenalan dengan sesama calon jemaah haji karena orang-orang inilah yang akan menjadi teman , roomate kita selama 26 hari lama nya mengerjakan ibadah haji. i cant help to notice that all of their faces was ecstatic and excited :) ialah some of them ada yg sudah menuggu sekian tahun untuk berangkat haji, ada juga yang gagal berangkat tahun lalu padahal sampe sudah sampai di airport ! luckily me and my husband just have to wait for 1 year untuk bisa berangkat. Travel yang membawa kita semua ini adalah gabungan dari beberapa travel (konsorsium), ada Pas Travel, Daaras Tour, Anisa Travel, dan travel saya Hasannah Travelindo, nah ternyata jemaah yg dapat kuota untuk berangkat tahun ini dari travel saya cuma saya dan suami!akhirnya kami "dititipkan" deh ke salah satu travel dari konsorsium itu, yaitu Anisa Travel.

Setelah dua hari berturut-turut mendapatkan teori, di hari 3 manasik sekitar seminggu sebelum berangkat kami melakukan praktek di Masjid At-Tin agar terbayang bagaimana melakukan tawaf dan sa'i serta disitu diajarkan juga tata cara memakai kain ihrom bagi laki-laki , kalau perempuan ber-ihromnya cukup dengan pakai baju muslim biasa saja. Setelah itu kami dibagikan kamar selama di Mekah, sayangnya saya dan suami tidak sekamar karena kalaupun mau sekamar mesti nambah biaya nya, jadi saya digabungkan ke dalam 1 kamar yang isinya 4 orang bersama ibu-ibu,begitupun suami saya kamarnya gabung dengan bapak-bapak lain. Pembagian koper juga dilakukan hari itu, masing-masing dari kami mendapat 1 buah koper besar , 1 buah koper kecil untuk di bagasi dalam pesawat, dan 1 buah tas selempang. semuanya seragam dan setiap tas di tempel foto diri kita biar ga ketuker ;p.

Sampailah saya di tiga hari sebelum keberangkatan, koper-koper besar sudah harus diserahkan ke kantor travel jadi semua barang-barang disitu tidak akan berjumpa lagi dengan kita sampai nanti tiba di Airport Jeddah. Walaupun sudah ada cek list barang-barang yang harus dibawa, tapi tetap aja saya kebingungan untuk bawa baju sehari-harinya. karena ga mungkin kita membawa kaos lengan pendek, celana jeans atau dress selutut yg simple. Semua baju harus loose, ga ketat, panjang dan menutup aurat. ehmmm karena yg saya punya ga begitu banyak jadi ada alasan untuk sedikit belanja belenji deh ;p hehehee....

Pada hari keberangkatan, 25 Oktober 2011, suasana di Bandara Soekarno Hatta benar-benar hectic, mobil-mobil yang mengantarkan para jemaah haji memenuhi jalan, sampai ada beberapa mobil yang menempelkan label "rombongan pengantar haji bapak...." hihihi kayanya bapak itu dianterin warga sekomplek ;p. Terminal 2 E ketika itu penuh dengan rombongan haji yang hampir semua mengenakan jas batik yang diberikan travel, nah jas batik ini memang menjadi ciri khas jemaah haji Indonesia. Yang membedakan rombongan haji satu dengan lainnya adalah pakaian muslim di dalam jas tersebut rata-rata sesuai dengan dress code masing-masing travel.

Dianter Ibu dan Mamah Mertua :)


Sebelum naik pesawat kami dibagikan name tag, passport, gelang besi dan gelang karet biru. Kami diwanti-wanti supaya  kedua gelang ini tidak pernah lepas dari badan kami. Karena ini adalah tanda pengenal yang sangat penting untuk identitas kita selama disana. Kalo pake name tag kan suka dilepas-lepas ketika mandi dan kadang lupa dipakai lagi, nah gelang ini pokoknya harus terus nempel di tubuh kita. disitu tertera nomor kuota haji kita, nomor maktab (tenda tempat kita menginap selama di Mina) dan gambar bendera Indonesia. Jadi kalau jemaah haji ada yang tersesat dan ga bisa komunikasi dengan yang menemukan tinggal kasih liat aja gelang nya gituu :)

Tibalah saat pelepasan kami semua pamit dengan keluarga yang mengantarkan, riuh ramai semua orang bertangis-tangisan, mohon doa restu agar selamat sampai tujuan dan pulang lagi ke tanah air dengan keadaan sehat wal afiat...perjalanan yang cukup lama membuat semua keluarga yang ditinggalkan maupun yang meninggalkan sedih bercampur bahagia, mengingat ini adalah perjalanan spiritual yang sudah ditunggu-tunggu, pergi berkunjung ke Baitullah, memenuhi panggilan Allah SWT :)

"dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru jauh"
( Q.S Al Hajj : 27 )



Putri Dwiandari
Putri Dwiandari

Hai Friends, welcome to my blog! i'm a Moslem, a happily married, and a mom of two daughter named Asiya Almira Adiprawira and Aisha Adriana Adiprawira. I start this blog back in 2009 to share my thoughts and also my traveling experiences. About life, family, work, fashion, food and things that i passionate most.

No comments:

Post a Comment