Dec 29, 2011

My Spiritual Journey-(2)

Masjidil Haram & Ka'Bah

Sebelumnya apa yang saya rasakan ketika tahu bahwa akan berangkat haji biasa-biasa saja, it's like doing one of your obligation as a moslem, just like doing shalat and fasting in ramadhan month. Tapi setelah mendengar cerita dan pengalaman teman,sodara,keluarga yang sudah Haji maupun Umroh membuat saya jadi penasaran dengan ibadah yang satu ini. Cerita-cerita mereka bervariasi dari mulai yang nyeremin,mistis, dan mengharukan. Nyeremin ketika ada yang cerita kalo disana dosa-dosa kita di tanah air akan dibalas berkali lipat di tanah suci, ada yang kesasar , ada yang dikerjain orang lah dan lain sebagainya. Mistis ketika ada yang cerita bahwa dia ketemu sosok seperti jin di masjidil haram, atau apa yang buruk-buruk dipikiran mereka akan langsung kejadian di depan mata mereka, misalkan lagi mikir "aduh bau badan banget deh ni sebelah gw" nah nanti sepanjang hari kita akan nyium bau badan terus di sekitar kita hihihi.. ya banyaklah cerita-cerita seperti itu yang terkadang membuat orang sekitarnya yang belum berangkat haji jadi takut dan sampai mikir 2x padahal udah mampu, masya allah....

Selain itu selama ini saya pikir Ibadah haji adalah untuk orang-orang tua dan yang sudah matang saja, tapi ternyata itu salah besar. Ibadah Haji ini adalah ibadah fisik menuntut jasmani yang kuat juga agar bisa menyelesaikan rangkaian ibadah yang bisa dibilang tidak sebentar. Dengan suhu  udara di arab saudi yang panas dan terik, berdesak-desakan sewaktu tawaf di masjidil haram, jalan jauh dari tenda di Mina untuk melempar jumroh, dan lain sebagainya selama 26-40 hari terbayang kan cape nya kaya apa kalau kita melakukan itu semua pada saat usia senja kita. Saya dengan usia yang masih kepala 2 saja benar-benar merasakan capeknya menjalankan ibadah ini.Akan tetapi karena ibadah ini merupakan ibadah dengan biaya yang relatif mahal, banyak sekali calon jemaah yang harus nabung belasan sampai puluhan tahun untuk dapat pergi ke tanah suci, jadi terkadang memang banyak pada akhirnya yang naik haji adalah orang-orang tua bahkan sudah sepuh karena mereka baru bisa berangkat dikarenakan faktor ekonomi :(( . 

Untuk itu pemikiran saya pun berubah tentang ibadah ke lima rukun islam ini yang wajib kita kerjakan sekali dalam seumur hidup. Ibadah Haji harus segera dilaksanakan begitu kita mampu karena kita tidak tahu apa yang menghalangi kita nanti, entah itu usia, rejekinya sudah ga ada, sampai kematian yang sudah terlebih dahulu menjemput masya allah.....untuk itu ada baiknya selagi muda kita juga mulai membuka tabungan untuk naik haji sapa tahu dengan izin Allah bisa cepet berangkat :).

Ibadah Haji Tiket Express Ketemu Sang Pencipta

Di samping itu semua, saya sendiri begitu sudah mendekati keberangkatan perasaannya jadi lebih excited sekaligus penasaran, saya belum pernah umroh jadi benar-benar have no idea seperti apa kota Mekah Al Mukaromah itu, seperti apa rumah pertama Alllah SWT di muka bumi ini, yaitu Kabaah.

Daya tarik ibadah haji ini memang selalu terletak pada Ka'bah itu sendiri. Menurut penjelasan Kang Rashied (beliau sempat membawakan acara Musafir selama Ramadhan kemarin di Trans 7, pantes waktu pertama ketemu mukanya familiar ;p ) ustad yang membimbing saya, perpanjang tangannya Allah SWT di dunia adalah Ka'bah itu sendiri. Seperi hal nya kita bertamu ke rumah teman / keluarga, kali ini dalam Haji kita bertamu ke rumah Allah SWT. Disana tidak ada lagi 70.000 dinding pemisah seperti halnya di tanah air antara kita dan Allah SWT. Istilahnya kita sudah sangat dekat dengan Allah SWT!, Haji merupakan tiket express kita bertemu sang Pencipta, saat dimana kita dapat berkontemplasi dan memohon ampun sebesar-besarnya atas segala dosa-dosa yang pernah dilakukan dalam hidup kita. 

Pada malam pertama saya sampai di Mekkah setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, akhirnya saya berjalan menuju masjidil haram untuk melakukan umroh terlebih dahulu, sempet deg-degan juga karena di dalam masjidil haram itu lah terdapat Ka'bah. Suasana waktu itu sudah ramai sekali, setelah minum air zam-zam yang tersedia di dalam masjid,kami menuju ke tengah tengah area mesjid bersiap untuk tawaf 7 kali mengelilingi Ka'bah. Bismillah, akhirnya sejauh mata memandang saya melihat lautan manusia yang riuh ramai mengelilingi Ka'bah dan saya melihatnya,  Ka'Bah , rumah Allah pertama di muka bumi ini yang telah berusia ratusan bahkan ribuan tahun berdiri kokoh di hadapan saya. Lama kelamaan hati saya terasa sangat bergetar, bulu kuduk merinding, dan air mata pun menetes dengan deras melihat beribu manusia segala jenis ras dan warna kulit, semua menjadi satu mengadahkan tangan mereka, memohon ampun, memenuhi panggilan tuhan mereka Allah SWT, apalagi ketika melihat para sepuh yang masih sangat bersemangat dan kuat untuk melakukan tawaf walaupun sangat berdesak-desakan. Bahkan banyak juga jemaah lain yang tidak memiliki fasilitas baik sehingga mereka rela tidur di jalan, jalan sangat jauh dari hotel mereka menuju masjidil haram. Semua itu didukung oleh niat yang kuat untuk beribadah. Subhanallah.....


Suasana Tawaf di sekeliling Ka'Bah

Kami semua menjadi satu  dengan memakai kain ihrom bagi yang lelaki dan juga perempuan dengan balutan warna putih atau hitam, semua terlihat sama tidak ada status seorang pejabat, artis, pengusaha, orang miskin dll di situ, semua sama di hadapan Allah SWT. Kesabaraan pun sangat diuji karena sewaktu tawaf saking berdesakannya kadang kaki kita keinjek jemaah lain, terdorong, terhimpit, tersikut dan lain sebagainya, benar-benar perlu sifat yang sangat saaaaaaaaaaaaabaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrr dan ikhlaaassssssssssss ! hehe panjang yah nulisnya karena sebegitu pentingnya sifat tersebut selalu diingat dan dilakukan begitu di tanah suci. 

Perhelatan terbesar dan terakbar yang terjadi setahun sekali di muka bumi! seantero negeri berkumpul di satu tempat meneriakan satu nama "ALLAHU AKBAR"!! (Allah Maha Besar) tidak ada lagi gathering sebesar ini di bumi yang semua orang di dalamnya mempunyai 1 misi yaitu beribadah, melakukan pembersihan diri dengan memohon ampunan Allah SWT. Belum lagi di tanah suci pahala beribadah kita akan dilipat gandakan 100 ribu kali lipat dibanding beribadah di tanah air ! 

Dengan perjalanan spiritual ini saya jadi bisa berkaca akan diri saya sendiri bagaimana dan apa saja yang telah saya lupakan dan tinggalkan dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan ibadah untuk Allah SWT. Akan terasa sekali getaran iman yang kuat begitu melakukan rangkaian ibadah haji ini apalagi di dukung dengan pengetahuan, pengertian dan sejarah tentang Ibadah Haji itu sendiri, subhanallah nikmat sekali. Ibadah ini dapat membersihkan hati saya yang mungkin sudah berdebu, mengeras karena pengaruh duniwai yang begitu dahsyat, karena menuhankan hobby, kesukaan , kegemaran kita yang sebenarnya dilarang oleh agama islam dan tidak mendapatkan ridho Allah SWT. Menjalankan hidup dengan kurang atau sudah tidak mengikutsertakan tuhan kita Allah SWT melalui perintah dan larangan-NYA. 

Talbiyah Haji 

"Labbaik Allahuma Labbaik", Labbaik La Syarikalakalabbaik. Innal hamda wanni'mata laka walmulka la syarikalak"

"Kusambut panggilan-MU ya Allah, Kusambut panggilan-MU, tiada sekutu bagi-MU, Kusambut panggilan-MU, sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan adalah milik-MU, tiada sekutu bagi-MU"

Putri Dwiandari
Putri Dwiandari

Hai Friends, welcome to my blog! i'm a Moslem, a happily married, and a mom of two daughter named Asiya Almira Adiprawira and Aisha Adriana Adiprawira. I start this blog back in 2009 to share my thoughts and also my traveling experiences. About life, family, work, fashion, food and things that i passionate most.

No comments:

Post a Comment